Rabu, 25 September 2013

Aku Padamu

Rinduku padamu seperti rindu pohon jati pada hujan pertama di bulan Oktober
Kangenku padamu seperti kangen riak air sungai yang tak sabar bertemu muara
Bahagiaku melihatmu seperti bahagia seorang bocah kecil yang diberi uang saku tiga kali lipat, ditambah bekal es krim dan donat
Senangku bertemu denganmu seperti senang seorang tua di panti jompo yang tiba-tiba dikunjungi keluarganya.

Aneh, susah dimengerti. Tapi begitulah

Karena sampai kapan pun logika tak akan pernah mengerti jalannya hati.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar