Rabu, 17 Juli 2013

tahun ini pun, Alfatihah


Empat tahun. Dan semua masih terasa baru.
Dua bulan mengenal kamu, tapi entah harus berapa dekade untuk lepas dari semua ini.

Berhenti hidup di masa lalu

Aku yakin itu yang ingin kau katakan.
Tak usah cemas, pelan-pelan pengertian itu datang. Walau menerima terasa berat, setidaknya lebih baik daripada terus membohongi diri.
Aku yang egois karena hanya  melihat dari sisi yang ditinggalkan, tanpa mencoba paham apa yang kau rasakan.

Apa kabar kamu?

Tahun ini pun, aku ingin menemui kamu. Sangat, malah.
Tapi kurasa aku tak punya cukup informasi (atau keberanian).
Entah akan sampai atau tidak padamu, tapi biarkan surat tujuh baris itu yang mewakili semuanya.
Semoga jutaan ladang yang kau tanam, berbuah indah jika tiba saat kita untuk memanen.

Kamu, Terima kasih



2 komentar:

  1. Kita tidak bisa menerka apa yang direncanakan Tuhan untuk kita, yang kita tahu hanya saat ini. Semoga kita tetap bisa melangkah ke depan tanpa melupakan masa lalu kita :) Semangat Tsuza-chan! *tiba2 nyemangatin*

    BalasHapus
  2. semangat !! :D
    Yap, tak melupakan masa lalu, tapi juga tak terjebak di dalamnya

    BalasHapus