Tampilkan postingan dengan label nikkiku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nikkiku. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 April 2013

ingatkan aku

Seorang teman pernah bertanya,
"kenapa ya ide menulis itu datangnya pas kita lagi sedih, lagi ada masalah atau pokoknya lagi mellow2 gitu ?"
Menilik lagi pertanyaan dari beliau yang kemarin dulu cuman saya tanggapi dengan senyum (gomen T.T), sepertinya tak salah seratus persen, tak juga mutlak benar adanya.

Di saat kita ada masalah, sedang bersedih, atau tiba-tiba menghadapi siklus mellow tanpa penyebab, maka setiap orang pasti memiliki cara yang berbeda-beda menyikapinya. ada yang ambil ponsel, telpon si ini itu, bahkan kadang random saja, hanya ingin berbicara pada orang lain walau sama sekali tak menyinggung apa pun tentang masalah diri. ada yang curhat dengan teman yang dianggap bisa dipercaya, kadang tak butuh saran sebenarnya, hanya sekedar ingin melepas apa yang disimpan dalam hati saja. dan bagi sebagian orang yang lain, yang terkadang bingung untuk berbicara dengan siapa, yang terkadang lebih memilih menjadi sosok ramah tapi misterius, maka menulis adalah cara ampuh untuk menenangkan diri.

apa yang sebenarnya didapat dari menuliskan susana hati kita?
berharap orang yang bersangkutan membaca? ah, rasanya tidak juga
berharap begitu selesai menulis, maka simsalabim masalah selesai ? Ah, Harry potter itu fiksi, kok
Lalu?

Sederhana saja, meluahkan uneg-uneg dalam tulisan seolah membiarkan masalah kita menguap, fly away..
meski tak akan ada yang membaca, meski tak memperoleh titik terang apapun, setidaknya beban di pundak berasa lebih ringan. tapi begitulah memang, percaya atau tidak, hal ini nyata. Trust me, it's work !!


apapun yang kita tulis, meski tak dipublikasikan, meski hanya menjadi arsip pribadi, suatu saat akan menjadi hal yang berguna. mungkin sekedar pengingat bahwa dulu kita pernah mengalami hal serupa, mengingat bagaimana dahulu cara menghadapi masalah seperti ini, atau bahkan hal-hal sesederhana yang mau tak mau menimbulkan senyum kala mengingatnya.

Ah, apapun itu, tulis sajalah, memory kita terbatas. bisa jadi kita lupa senang yang kita rasakan hari ini, bisa jadi kita tak ingat sedih yang kita alami kemarin, tapi tulisan tetap ada, abadi untuk dikenang.

Rabu, 08 Februari 2012

obsesi part 2


di tengah masa-masa sulit yang membutuhkan banyak keseriusan dan pikiran fokus, aku malah terkena penyakit akut. obsesi. tergila-gila dengan sesuatu yang aku sendiri tak pernah pikir akan memilihnya hahaha...
aku bukan tipe orang yang mudah suka atau tertarik dengan suatu hal baru, baik orang, maupun benda. tapi sekalinya tertarik, aku bisa jadi seperti otaku gila dengan tingkat kewarasan yang patut dipertanyakan haha..
yah, dan harus kuakui, empat hari yang lalu tepatnya, aku tertarik dengan hal baru, sesuatu yang abstrak sebenarnya (?). dah yah.. hal itu sukses besar membuyarkan konsentrasi ujian dan fokus belajar.

obsesi. cinta mati. tergila-gila. atau apapun namanya betul-betul sangat mengganggu, walau di satu sisi sebenarnya menyenangkan hehe. hanya saja, tingkat obsesi dan tergila-gila yang kalau sudah sampai stadium empat sungguh sangat susah disembuhkan. jangan tanya saya apa penyebab aku menyukai hal itu. karena orang yang terobsesi akan sesuatu matanya telah buta, hanya melihat keindahan atas apa yang obsesikan, berpura tak memandang semua keburukan. telinganya telah tuli, hanya mendengar apa yang ia inginkan, bukan apa yang sebenarnya diucapkan.

orang yang tergila-gila akan sesuatu tiba-tiba pasti berubah layaknya secret admirer gadungan. semua hal yang berkaitan tentang apa yang ia obsesikan pasti ia cari tahu. bahkan hingga hal kecil yang sungguh sebenarnya tidak masuk akal. tidak, saya tak sedang jatuh cinta pada seseorang, hanya sedang tergila-gila dengan sesuatu yang menurut saya sebenarnya absurd sekali. benarlah kata orang, "jangan terlalu benci pada sesuatu, bisa jadi kamu malah menyukainya". yap, dan hal itu berlangsung nyata di depan mataku.

dan masalahnya, aku tipe orang yang (sok) tenang walau sedang tergila-gila dengan sesuatu. di depan tampak kalem, walau bertemu orang dengan hobi dan ketertarikan sama, paling hanya senyum dan tak komentar apalagi mengaku bahwa juga menyukai hal yang sama (padahal dalam hati sudah teriak tertahan) haha..
ehm, tapi adalah beberapa orang khusus yang entah kenapa aku bisa membuka diri dan terang-terangan kalau sedang menyukai sesuatu. hanya segelintir orang, satu dari ratusan.

well, sampai kapan obsesi ini bertahan? entahlah, semoga cepat sembuh hoho (harapan yang mengandung pesimistis, karena kasus obsesi terakhirku membutuhkan waktu empat tahun untuk berkurang, walau tak sembuh seutuhnya)

#posting geje di tengah tumpukan buku yang harusnya berada di tengan

Minggu, 05 Februari 2012

obsesi gila

tergila-gila pada sesuatu yang salah di waktu yang sungguh amat tidak tepat itu...
SESUATU SEKALI......... 
# ironi hari ini, antara horor dan opera sabun



Rabu, 18 Januari 2012

kita dan hujan



malam ini hujan. deras.

cukup buat burung-burung mencicit. melingkar memeluk ibunya.
malam ini air tercurah. banyak.
cukup buat orang-orang berdiam diri. mengunci rapat rumah.
malam ini petir menggelegar. rusuh.
cukup buat orang-orang terkejut. lantas semakin memeluk rapat selimut hangat.
malam ini kilat menyambar. silau.
cukup buat semua makhluk beristighfar. buru-buru masuk rumah.


ah, tapi kita masih disini. di bawah payung penuh warna warni.
berjalan beriring. sesekali tersenyum, lebih banyak tawa.
tak peduli rok terjuntai. basah menyapu tanah.
tak peduli ciprat air yang dengan senang hati dihadiahkan para penunggang motor.
kita beriring. satu-satu. kau, aku, dan mereka.


hei, hujan ini indah bukan?
dan kau tersenyum. membalas,
ya, bukankah hujan adalah rahmat?

Senin, 02 Januari 2012

burlian yang tertinggal

Alhamdulillah dapat rezeki lagi untuk nambah ilmu, menggali hikmah yang terserak dalam buku.
ini dia teman-teman baru yang insya Allah memberi hikmah dan pelajaran baru dalam hidup


akhrinya ketemu "Pukat"
yang ini dibeliin adekku yang manis, ceritanya ini adalah kado yang tertunda hahaha
(rezeki pulang kampung, Alhamdulillah...)



yang ini baru dibeli sesaat sebelum berangkat ke bandara 
sengaja dibeli untuk nemanin menghabiskan waktu di bandara
menunggu jam penerbangan
(udah tamat sebelum sampai rumah ^^)



yang ini hadiah dari adekku, 
kado yang tertunda juga ceritanya heheh

Ayo !!! Mari kita membaca !!

Jumat, 30 Desember 2011

Meeting you




jika ikatan memang dari hati
walau bertahun tak menghubungi
walau tak tiap malam berkirim pesan
walau tak saling komentar dalam jejaring sosial
tapi jika tiba waktu bertemu
tak ada sungkan di wajah
tak ada rahasia di bibir
tak perlu putar otak mencari topik
tak pernah ada senyum pura-pura

ah, karena kita berteman lewat hati,
bukan sekedar basa-basi

Jumat, 23 Desember 2011

balik


dapat telpon tadi malam, dari ayah dan ibu.
awalnya dari kesalahpahaman karena hp saya ga sengaja kepenjet dan misscall ke no ayah.
jadilah akhirnya kita ngobrol sampai 2 jam-an.
"lihatlah harga tiket dulu, kayaknya ga terlalu mahal", kata ibu.
padahal sejak dua tahun belakangan saya ga pernah pulang kalau pas lagi libur akhir tahun begini. selain liburnya nanggung (biasanya satu minggu), harga tiket yang melambung fantastis tentunya jadi alasan utama. tadinya kirain becanda dibilangin gitu, eh ga taunya beneran disuruh cek harga tiket.
tiket yang lewat medan memang udah ga perlu ditanya lagi kabarnya, ga ada yang dibawah satu koma dua, akhirnya saya muter lewat padang dulu, dan alhamdulillah nemu tiket yang delapan ratus-an.
besoknya langsung saya beli. sampai detik ini rasanya masih kurang percaya,#tatap tiket di tangan.
saya beneran pulang :) #hahaha.. walaupun harga tiket naik dua kali lipat dibanding biasanya..
akhirnya ga jadi mendam di kosan selama dua minggu #buat adek2 kosku yang sudah berencana utk menjamur bareng di kosan, maaf ya dek.. kakakmu yang pengkhianat ini lebih memilih menghabiskan liburan yang tak seberapa ini di rumah hehe..
masih 3 hari lagi sebelum jadwal berangkat.....

Sabtu, 10 Desember 2011

Aku Pulang




sudah cukup lama ternyata. lama sejak terakhir kali kita bertemu.
aku tak tahu berbilang minggu, bulan atau bahkan telah mencapai tahun.
yang kutahu, kayu itu kini lapuk. tak lagi kuat tuk dijadikan tempat bersandar.
yang kutahu, daun itu kini meranggas, tak hijau lagi seperti dulu.
yang kutahu, taman itu kini sepi, tak lagi punya pengunjung seperti dulu.
yang kutahu, sinar mentari kini silau, tak menyegarkan seperti dulu.
tapi satu yang baru kutahu belakangan.
penyebab taman kita kini meranggas, bukan karena orang lain,
bukan karena-Mu, bukan jua karenanya yang kita musuhi.
aku, tiada lain dan tiada bukan akulah yang menjadi api.
membakar hangus daun- daun yang dulu kita pandang dengan penuh kagum.
melalap kayu-kayu yang dulu kita jadikan sandaran.
mengusir orang-orang yang dulu menjadi teman kit menikmati sore di taman ini.
ah, aku tersenyum, senyum bodoh. ternyata itu AKU.
sekarng aku hanya ingin bertemu.
tak muluk-muluk, aku tak meminta Kau mengerti alasanku.
aku hanya ingin pulang.

"pulang pada-Mu"

(sok) Life Observer



semakin lama aku menjelma jadi sosok yang semakin mudah mengkritik dan menilai orang lain. entah, mungkin karena kesenanganku yang lebih menyukai menjadi seorang life observer dibandingkan menjadi orang yang berdiri di atas panggung sosial. yah, dan lagi hari ini dengan mudah pikiran picikku menjudge seseorang, menilainya dengan predikat "orang yang bikin ilfeel". hahha... maaf, saya tahu saya terlalu kejam dan tak punya hak untuk berbuat demikian. tapi, izinkan saya sedikit berkisah tentang pengalaman hari ini.

ceritanya, hari ini saya ada tugas kelompok. dan disepakatilah bahwa tugas itu dikerjakan di kosan salah seorang teman saya. dari awal saya sudah ga nyaman, pasalnya di kelompok itu saya cewek sendiri, dan tempat ngerjainnya pastilah di kosan cowok. bukan apa-apa, tapi percayalah, sebagai seorang cewek, rasanya mata saya sangat terkontaminasi melihat cowok pake celana pendek di atas lutut, rasanya pengen sekalian nutup mata atau bawa kaca mata hitam sebagai persiapan.

siangnya, saya sms si teman, bilang kalo saya udah di depan kos dia, ga enak dong langsung asal masuk ngeloyor ke kosan cowok, apalagi kosannya lumayan rame dan gede(boleh dibilang gede banget lah untuk ukuran kosan sekitar sini). dianya kemudian buka pagar dan teriak manggil (berhubung saya di seberang jalan). saya masuk dan nanya apa anak yang lain udah pada datang. belum ternyata. dan hei, disinilah kejadian itu bermula. saya belum sepenuhnya masuk ke pagar itu ketika dia udah langsung ngeloyor ke dalam setelah beberapa detik kemudian kepalanya nongol dari pintu sambil teriak,
"gerbangnya tutup dong !" dengan intonasi yang sungguh tidak mengenakkan. krik.. krik..
setelah itu, saya masuk ke kosannya dan duduk di ruang tamu yang lumayan luas. dan dia? saya tak tahu ke mana rimbanya. saya ditinggalkan seorang diri di tempat yang baru pertama sekali saya datangi. dan percayalah, rasanya sungguh menyebalkan.

hahaha... ok, mungkin anda bilang saya lebay atau melebih-lebihkan. tapi jujur, memang itu yang saya rasakan siang itu. terutama saat saya disuruh nutup pagar. entah kenapa, imagenya langsung turun tangga di mata saya. ga tahu ya, mungkin karena sejak kecil dicekoki dengan cerita barbie dan dongeng tentang putri dan pangeran yang akhirnya menimbulkan image yang tertanam kuat di benak saya bahwa seorang lelaki HARUSNYA adalah seorang lelaki yang gentle dan melindungi. hal-hal kecil seperti bukain pintu, nutupin pintu, menunggu temannya yang wanita dan berjalan di belakangnya (seolah mengesankan bahwa dia siap melindungi) entah kenapa sangat berarti besar buat saya. dan jelas, fakta bahwa saya ditinggal sendiri oleh sang tuan rumah tanpa permisi, tanpa minum dan tanpa basa basi sangat sukses bikin hobby saya yang refleks menilai orang lain berjalan cemerlang hari ini. ah, dan satu hal lagi yang saya sudah duga dari awal. kenapa mereka suka banget pake celana pendek di atas lutut? sungguh, percayalah teman, perbuatan itu hanya semakin membuat cewek merasa risih.

antara isi dan gambaran

setelah merenung sejenak. kutemukan fakta yang sebenarnya tidak terlalu mengejutkan. ya, masih soal blog ini. setelah kutelusuri ulang, agaknya genre yang mendominasi postingan di sini adalah tentang curhat geje dan keluh kesah yang sangat childish. hampair tak ditemukan suuatu entri yang bolehlah dibilang bernilai sastra. pun dengan demam jejepangan(seperti yang tercantum dalam penjelasan lebih lanjut dalam profil blog). entah kenapa, saya sampai saat ini masih suka jepang, sangat malah, sampai taraf keterlaluan bahkan. tapi ga tahu kenapa hasrat untuk menuliskan dan berbagi tentang hal itu kok ga pernah benar-benar muncul ya?

ada beberapa blog yang saya ikuti, dan itu berawal dari searching saya tentang berbagai dorama, JE-boys, dan dunia fandom serta fangirling, tapi mungkin mereka pasti terkejut jika mau berbaik hati mampir di blog ini. karena jika dibandingkan dengan blog mereka yang update masalah yang lagi hot tentang dunia fandom dan sejenisnya, beserta layout dan latar blog tentang idola, di blog ini hampir dibilang tidak ada hal yang menjurus-jurus ke arah sana. walau saya akui sampai detik ini saya masih update dan tahu berita-berita terbaru tentang dunia per-fandoman. tapi tetap, belum ada niat yang mendalam untuk merealisasikannya dalam bentuk tulisan. sayanya yang pelit tak ingin berbagi idola atau memang masih terlalu pengecut untuk mengakui bahwa saya seorang fangirl?

"hana kimi" termasuk deretan dorama yang akhirnya membuatku terdampar untuk menyukai jepang



"shuji to akira" - membuka perkenalan lebih jauh tentang JE, NEWS, dan KAT-TUN



hingga akhirnya saya terdampar menyukai sekelompok lelaki yang beranjak tua ini
gara-gara Maou dan Quiz Show


ah, dan banyak lagi orang -orang lain yang akhirnya membuat penuh laptop dan harddsik eksternal. yah, walau bagaimanapun mereka yang tetap setia menemani hari-hari kosong, menemani saya makan nasi goreng di depan laptop, menemani ngerjain tugas dengan lagu-lagunya, dan tentunya turut andil nyedot jatah bulanan untuk porsi ngenet. demo, daijobu. terimakasih sudah mampir dalam hidup saya..
haha.. posting geje lagi malam ini

Kamis, 08 Desember 2011

sakit

hari ini aku sakit.
sakit yang membuatku sama sekali tak beranjak keluar dari kamar. sakit yang membuatku bolos dari kuliah.
sayang, tak ada yang memberi sms cepat sembuh seperti dulu. tak ada yang langsung datang menjenguk dengan berbagai cerita dan motivasi mereka.
tak ada yang peduli lagi. mungkin karena kau juga berhenti menunjukkan kepedulian pada mereka. walau sungguh sebenarnya hatimu begitu cemas akan keadaan mereka.


ah, dan ngomong-ngomong ada yang tahu makanan khas manado, minahas, dan ambon tak?
setelah searching2, kenapa sebagian besar menunya adalah yang tak layak makan?
yah semacam kelelawar, tikus panggang, anjing guling... (ga mungkin saya sajikan di depan kelas kan?)

begitulah hari ini berlalu, 
saya masih sakit, tapi tak apa, rasanya tanpa perlu perhatian orang lain, sayya bisa sembuh lebih cepat

berontak

setelah 20 tahun hidup sebagai anak baik-baik, akhirnya hari ini tiba juga. hari terjadinya pemberontakan dalam diri saya. hari yang suram dan menjadi bukti atas tatanan tertinggi dalam sejarah kenakalan saya. yup, saya memang pecundang. 14,5 tahun mengecap indahnya bangku sekolah, saya akui beberapa kali sifat pengecut saya memenangkan ego saya yang tinggi, tapi biasanya sepengecut apapun itu, saya masih sadar, ada batas yang boleh dan tak boleh. ada batas tolearansi kewajaran dan hal yang tidak wajar. tapi entah kenapa, hari ini saya tak mengindahkan semua itu. tak banyak berpikir, akhirnya hal itu saya lakukan juga. BAKA...

ah, maaf teman, mungkin dikau bingung apa maksud tulisanku ini, dan sungguh maaf, aku tak dapat menceriterakan padamu apa yang sesungguhnya terjadi. tidak, bukan karena aku sok misterius, hanya merasa bahwa kenakalan semacam itu bukanlah sesuatu yang layak aku gadang-gadangkan dengan menceritakan pada orang lain. cukup saya dan Allah saja yang tahu (eh, termasuk malaikat raqib atid juga dengan yang pastinya tak lupa mencatat apa yang telah saya lakukan siang ini). jika berkebetulan kau mengenal sang empunya blog ini, harap maklum kalau hari ini dia sedang labil, sedang ingin jadi anak nakal dan keluar dari image-nya sebagai anak baik-baik, untuk hari ini saja, bisakah kau terima itu?
ah, atau kau mau berbaik hati, agaknya tegurlah ia, tanyakan apa penyebabnya, mungkin ia hanya sedang kesepian, rindu pada kau dan ceritamu, atau setidaknya rindu pada manusia (haha.. maaf kalau akhir-akhir ini ia memang jarang bergaul dengan manusia asli).

ah, kau tak mengerti jua? mungkin dalam otakmu kau bepikir, "apa pula anak ni? macam-macam sajo tingkahnya!"
tak apa kalau begitu, aku memohon lupakan saja yang kau baca ini...

Senin, 05 Desember 2011

rembulan tenggelam di wajahmu

" bagi manusia, hidup ini juga sebab-akibat,ray. bedanya, bagi manusia sebab-akibat itu membentuk peta dengan ukuran raksasa. kehidupanmu menyebabkan perubahan garis kehidupan orang lain, kehidupan orang lain menyebabkan perubahan garis kehidupan orang lainnya lagi, kemudian entah pada siklus keberapa, kembali lagi ke garis kehidupanmu... saling mempengaruhi, saling berintteraksi... sungguh kalau kulukiskan peta itu mmaka ia bagai bola raksasa dengan benang jutaan warna yang saling melilit, saling menjalin, lingkar-melingkar. indah. sungguh indah. sama sekali tidak rumit."
"mengapa kau harus menjalani masa kanak-kanak yang seharusnya indah justru di panti menyebalkan tersebut? mengapa? karena kau menjadi sebab bagi garis kehidupan Diar. kau menjadi sebab anak ringkih, lemah, dan polos itu menjemput takdir hidup yang bagai seribu saputan pelangi di langit saat kematiannya tiba. kau menjadi sebab seribu malaikat takjim mengucap salam ketika menjemput Diar di penghujung umurnya yang sayangnya masih amat muda"
- Rembulan tenggelam di wajahmu ; hal 57-

untuk kesekian kali, karya bang tere liye membuat saya merinding, dipenuhi sebak yang sayangnya tak dapat tertahankan. lagi, tisue di kamar pun jadi saksi. betapa untaian kata bisa begitu menyentuh, dengan seenaknya mempermainkan perasaan orang lain. ah, tapi tetap, hal yang sungguh nikmat.

ya, sedikit lega setelah akhirnya buku setebal 426 halaman itu dapat kuselesaikan dalam waktu seperti biasa, dari pagi hingga adzan ashar menjelang. disela makan siang dan sholat dzuhur. tidak, bukan itu sebenarnya yang membuatku senang, tapi kenyyataan bahwa sebuah buku masih dapat membuat hatiku luntang lantung lah yang membuatku akhirnya lega. lega karena akhirnya masih dapat merasakan hal yang sama seperti dulu, masih ikut tersenyum-senyum tak jelas ketika Ray -tokoh dalam novel ini- pertama kali bertemu si gigi kelinci di gerbong makan kereta, masih ikut mengkal membayangkan ulah si penjaga panti yang begitu tega memanfaatkan anak-anak demi menyandang sebuah gelar haji di depan namanya, dan tentunya masih dapat merasakan sendu, menangis ketika mengetahui kenyataan tentang Diar, tentang si gigi kelinci, tentang Plee...
ah... terlalu banyak yang membuat aku penasaran dan tak rela meninggalkan buku ini sebelum akhirnya menyelesaikannya.

dan lagi, seperti novel bang tere lainnya, ia tak hanya sekedar bercerita, tak sekedar berkisah, tapi juga menohok tepat di ulu hati, membuat kita malu atas tingkah yang ternyata tanpa kita sadari juga ada pada diri ini, membuat air mata ini tanpa malu turun perlahan, membayangkan diri yang berada dalam kondisi seperti itu. duhaii... semoga rahmat Allah tercurah terhadap orang-orang yang bisa dengan begitu mudah membuka pintu hati manusia lainnya tanpa rasa menggurui dan sungguh tanpa rasa memaksakan.

tak sabar nabung buat nyicil beli "pukat", "burlian', dan "eliana"




-- senja dari beranda kosan --




Rabu, 30 November 2011

libur yang bukan liburan


kondisi hari ini mengingatkanku pada akhir tahun kemarin. kondisi yang sama yang akhirnya menyebabkan aku memutuskan bikin blog. walau sekedar blog geje yang berisi curhat curhat ga penting dan ga mutu. tapi tak apalah.

seperti biasa, kata libur bagiku erat hubungannya dengan kata "sepi". heran? haha mungkin terdengar aneh. tapi memang begitulah kenyataannya. liburan 5 hari mungkin diianggap sebagai berkah bagi mereka yang asli jawa, dan tentunya agenda pulang kampung sudah direncanakan dari jauh-jauh hari. namun bagi kami, perantau-perantau asal sumatera ini, liburan yang sangat tanggung itu (cukup lama jika di kos senndiri, terlalu singkat jika pulang ke rumah) membuat kami menjadi satpam kos sementara yang harus nungguin kosan karena sebagian besar penghuninya sedang berleha-leha di pangkuan orang tua. iri? tentu saja ! tapi tak apalah, ada cukup waktu untuk sekedar menyendiri dan mengurung diri hahah

hari ini kuhabiskan dengan dua agenda. bertemu dengan adek2ku di SMP dan mendengar cerita-cerita polos mereka. kadang cerita yang bikin kita tertawa, walau mereka ceritanya berurai air mata hahah. maaf dek...
tapi itulah istimewanya mereka. masa-masa SMP masa yang lucu dan paling hidup menurutku. yah, seperti mereka tadi siang.ada yang bertengkar dengan temannya. hanya disebabkan oleh hal kecil seperti sebuah penghapus pensil atau mungkin seteguk air. tapi berantemnya? aih mak.. sampe nangis-nangisan, sampe dorong-dorongan, sampe benci sebenci-bencinya, bahkan semua keluarga dan orang yang ngomong sama si kawan tadi pun ikut dibenci. tapi lihatlah, dua hari kemudian mereka sudah jalan bareng lagi ke kantin, sudah pulang barenga sambil becanda. kadang suka membandingkan. lihatlah dengan kita yang mengaku dewasa ini. kalau ada salah paham atau musuhan, jarang yang sampai dorong-dorongan, jarang yang nangis di tempat (kalau nangis pun biasanya di kamar sendiri), kalau ketemu mungkin masih saling senyum (walau dalam hati berapi-api), tapi bencinya bisa berabad-abad, ga saling ngomongnya bisa sampai bertahun-tahun, awet sampe lulus kuliah. ironi..
buat adek-adekku yang minggu depan ujian semester, semangat ya !! ingat pesan kakak tadi, "nikmati prosesnya, karena Allah melihat pekerjaan kita, bukan hasil kerja kita"  FIGHT OH!!!

selanjutnya, mengenang kosan yang sepi membuatku malas untuk langsung pulang. akhirnya saya menggeje ke mall dulu sebentar. sudah lama tak berkunjung ke gramedia.seperti biasa, langsung menuju bagian novel hehe
mencari karya-karya baru tere liye, baca-baca sedikit (sebenarnya ngecek harga, siapa tahu harganya lagi turun hhaha). tapi jujur, kuakui ada yyang beda hari ini. ada hal yang tidak biasa yang sungguh membuatku cemas. aku tak lagi segila dulu pada buku. aku tak lagi semudah dulu jatuh cinta pada buku dan mati-matian berusaha agar bisa baca buku itu, walau dengan hasil pinjam. biasanya di gramed aku bisa betah dari pagi sampe sore, istirahat sholat dzuhur doang, tapi tadi rasanya di gramedia aku hanya bertahan setengah jam *rekor tercepat dalam sejarah saya berkunjung ke gramedia.

memang kalau dikaji lagi, rasanya aku setahun dulu sangat jauh berbeda dengan aku yang sekarang. aku yang dulu tergila-gila dengan semua jenis buku, apapun genrenya, tuntas dibaca. aku yang dulu punya banyak waktu menulis, apapun itu, walau hanya sekedar pengalaman kecil hari itu. aku yang dulu sangat senang jalan-jalan, rela dan dengan senang hati menemani siapapun yang butuh teman kemanapun. aku yang dulu pintu kamarnya selalu terbuka, membiarkan siapa saja masuk dan mendengarkan semua keluh kesah atau sekedar curhatan mereka. sementara aku yang sekarang? aku masih cinta buku, hanya tak sebesar dulu. dulu, aku tak kan bisa tidur dengan pulas bila belum menamatkan buku yang sedang kubaca. buku-buku selevel "the da vinci code" biasanya aku selesaikan dalam sehari. tapi sekarang, buku "a letter to sam" bahkan butuh dua minggu untuk kutuntaskan. soal menulis memang mungkin tidak terlalu signifikan, tapi memang tak seproduktif dulu sebelum aku kenal dengan blog. aku adalah orang yang paling sering diajak jalan, karena kata teman-teman aku paling kuat kalau mesti jalan kaki (-,-), bahkan pernah seharian kami ngelilingi TMII dengan jalan kaki, mengunjungi setiap anjungan yang jaraknya subhanallah itu. sekarang, aku lebih suka berkurung diri di kamar, menyalakan laptop, nonton dorama atau sekedar browsing-browsing ga jelas. aku masih senang jalan, cuma tak sesering dulu. sekarang pintu kamarku lebih sering tertutup rapat, karena aku suka menonton dengan kondisi yang gelap, apalagi film horor (satu lagi kebiasaan anehku yang suka nonton horor tengah malam seorang diri dengan lampu yang dimatikan).

setelah kupikir, memang banyak faktor yang membawa perubahan-perubahan ini, dan salah satunya adalah waktu luang yang berserak saking banyaknya, juga karena jasa seseorang yang memperkanalkanku pada "Running Man" (soal siapa dan apa itu running man mungkin kita bahas lain kali, walau aku yakin bahwa sebagian besar orang pasti sudah tahu apa itu).

yak,, begitulah hari pertama libur yang bukan liburan ini saya lewati. semoga besok menjadi lebih hidup karena dengar-dengar besok itu tanggal 1, jadi mungkin ada kucuran dana dari atas hahah (note: efek tanggal dan kondisi keuangan juga ternyata sangat mempengaruhi waktu libur)

Senin, 28 November 2011

terbang

lagi, sang angan terbang terlalu tinggi,


kepakan sayapnya seolah hampir mencapai nirwana


lupa, kaki masih terpaku di tanah

siang ini

minus sehari sebelum final menjelang.

usaha sudah lumayan, walau jauh dari kata cukup dan sempurna
walau jauh dibanding teman sejawat lain yang telah berminggu-minggu menyicil belajar.
tak apa, sudah usaha, tinggal tawakkal.
nilai akhir tak "balance", daripada panik, 
letakkan pensil, pandang kertas jawaban
tunggu perintah pengawas, keluar ruangan,
pulang.

hujan menderas, tercurah tiba-tiba.
perut lapar, singgah, makan sejenak.
berdoa dalam hati.
lalu kupandang meja di seberang.
seorang gadis berambut pendek sebahu,
selesai makan, ia tangkupkan tangan di depan dada, memegang erat kalung salib.



dan aku terdiam, masih mencuri pandang dengan diam-diam.
kenapa aku tak mengangkat tangan ketika berdoa?
tak ada yang salah dengan cara menunjukkan identitas agama.

Senin, 21 November 2011

fight oh !!



bismillah....
dua minggu ini akan menjadi minggu yang sibuk
minggu yang indah, penuh dengan perjuangan
Alhamdulillah Ya Allah..
kau berikan kami masa untuk berlapang-lapang,
padahal sepatutnya banyak hal yang dapat diperbuat
dua minggu yang semoga berjalan baik 
IHMAS !!!!!

"Allah berikan kelapangan agar kita tak lelah dalam kesibukan
Allah berikan waktu sempit agar kita tak lalai dalam kelapanggan"



* Iqra !!!! jangan pernah lelah membaca

Sabtu, 19 November 2011

INDONESIA BISA

aura-aura SEA GAMES sama sekali tidak tertaklukkan oleh euforia UTS yang sudah memasuki H-2.
apalagi di kosan saya yang kedatangan anggota baru yang banyak tahu soal olahraga, jadilah virus-virus "nasionalisme" ini ditularkan kepada yang lain.
dan tentu, yang paling banyak porsi tatap muka dengan penonton, tetaplah bulutangkis dengan berbagai cabang pertandingannya. dan sebagai WNI yang begitu mencintai bangsanya, maka ruang nonton di kosan selalu penuh akhir-akhir ini (padahal jarang TV hidup sampe seharian). sebagai seorang yang suka olahraga (hanya sebagai pengamat), tentu hal itu membuat saya bersemangat juga :).
tapi yahhh.. namanya juga cewek-cewek ini, waktu saya masih berada dalam kamar yang ada di lantai 2, teriakan khas cewek menggema dari lantai bawah, dengan semangat saya lari ke depan TV,
"yang main siapa dk? skornya udah berapa?"
sementara yang saya ajak bicara masih tidak bisa fokus, hanya menatap TV sambil teriak-teriak, eh... usut punya usut ternyata yang bikin heboh itu bukan karena pertandingan menvcapai akhir, atau Indonesia mendekati kemenangan, tapi karena seorang atlet yang mereka hebohkan itu tampak tebar pesona mengobral senyum.. dan mereka yang menonton? melting.... hahaha

begitu juga malam ini, ketika Indonesia vs Vietnam bertarung memperebutkan tiket ke final SEA GAMES menyusul Malaysia yang terlebih dahulu melenggang kangkung. untuk pertamakali selama SEA GAMES kali ini saya nonton penuh 2 x 45 menit, melihat 22 orang cowok berlari memperebutkan sebuah benda bundar. dan teriakan-teriakan itu semakin kencang saja. Tidak, bukan karena Patrich memecahkan telur Indonesia lewat gol dari tendangan bebasnya, bukan pula karena gol dari "bola pantul" si tibo, tapi gara- gara abang yang satu ini ni :



yak, karena seorang wasit saudara-saudara !! seorang wasit yang bikin melting para remaja-remaja yang masih labil ini hahaha (peace dek... ^^ ). bukan sesuatu yang sering terjadi dimana pesona si wasit melebihi aura sang bintang yang bertarung di lapangan. tapi memang, wasit muda asal korea ini tidak bisa dipandang sebelah mata juga uhuk..uhuk... ^^
setelah searching di profesor google, hanya nemu sedikit tentang profilnya.

Name : Kim Jong Hyeok
Birth : 31 Maret 1983
From : Seoul-Korea Selatan
School : 광양제철고등학교

beralih topik, akhirnya malam ini GBK gempita dengan sorakan suporter Indonesia yang berbahagia karena akhirnya Indonesia bisa mencicipi babak final dengan saudara dekatnya, Malaysia.
sukses terus untuk Indonesia, mudah2an memberikan akhir yang terbaik untuk final berikutnya. dan semoga tidak ada insiden-insiden kekanakan yang terjadi akibat pertarungan mental, gengsi dan efek emosional karena permasalahan lain di luar olahraga. sukses !!!

AYO.. AYO... INDONESIA BISA !!!!!!!!!

Selasa, 15 November 2011

Jendela..


Sya, siang ini terik
tak seperti hujan kemarin
tak kulihat titik air di lembaran daun
pun dengan tanah basah dengan baunya yang khas

siang ini panas, Sya
mengingatkanku pada saat ketika kita duduk bersama
memandang jauh keluar
dengan kibasan buku yang kita sulap menjadi kipas
kita bertengkar siang itu
tentang dunia yang kita lihat bersama

kukatakan bahwa anak-anak berlarian dengan gembira
entah itu petak umpet, atau mereka justru sedang main kasti,
aku tak pasti
kau melengos,
mereka tak sedang bermain,
mereka berlari ketakutan, kau bilang
siapa yang mengejar mereka, tanyaku
dan kau diam, tak menjawab

di lain waktu,
kita duduk sejajar, dengan secangkir coklat hangat di tangan kita
aku tersenyum
percik air hujan yang menghujam tanah terdengar indah
bau tanah basah menambah indah sore ini, kataku
kau tersenyum, senyum yang janggal di mataku
air ini membawa bencana, katamu
aku tersentak
bagaimana kau bisa berkata seperti itu?
akan ada banyak perut yang kelaparan karena hujan ini,
akan ada banyak tubuh yang menggigil kedinginan karena air ini
aku tak lepas memandangmu
mencoba melihat lebih jauh ke dalam matamu
tapi seperti biasa, kau selalu lihai menghindar

itu dulu, saat kita masih sering duduk bersama
menghabiskan sore dengan memandang dunia
aku hanya sedikit penasaran
katakan, Sya..
kenapa kita bisa melihat dunia yang berbeda
padahal kita memandang dari jendela yang sama?

Selasa, 08 November 2011

bukan galau

ini tentang hati, yang rapuhnya melebihi kerupuk. ini tentang diri, yang bimbangnya melebihi bola pingpong.
ini tentang jiwa, yang keringnya melebihi pasir gurun. ini tentang otak, yang lemotnya melebihi siput.

tidak, kau tak perlu tersinggung atau merasa. karena ini bukan tentangmu, bukan tentangnya, bukan pula tentang mereka. ini tentang aku, dengan segala kebodohan dan keteledoran. ini tentang diriku, dengan segala perasaan dan pemikiran tak berlandas. ini tentang aku dengan semua ucapan dan gumaman yang tak seharusnya ada.
ini tentang aku, masih tentang aku, dengan segala hal yang membuatku tampak begitu bodoh di hadapan-MU