Selasa, 01 Oktober 2013

dari sudut [4]

adik, katamu suatu kali
dan tiba-tiba aku ingin bermanja-manja
kakak, katamu di kali yang lain
dan aku mendadak ingin berbuat apa saja
teman, katamu di hari lain
dan kita menghabiskan hari bersama. Tertawa, bercanda layaknya sahabat seumur hidup
sayang, katamu hari itu
dan jantungnya tiba-tiba berhenti

kubikel pojok, 16.43

dari sudut [3]

aku menyukai buku
karena membacanya seolah membawaku ke dalam dunia lain yang sungguh berbeda dengan yang kurasakan sekarang

aku mencintai buku
karenalembar demi lembarnya seolah membuatku semakin jatuh pada keterpesoanaan yang dalam

aku mengagumi buku
karena dalam diamnya tersimpan ribuan romansa yang membuat degup tak berhenti meloncat

kamu, mungkin satu-satunya buku yang tak akan pernah selesai kubaca


kubikel pojok, 16.14



dari sudut [2]

selamat sore, Rinai
kabarku hari ini tak jauh beda seperti hari kemarin
masih seperti ceritaku padamu tentang tombol-tombol keyboard komputer yang tak berhenti di tekan
masih tentang senyum kikuk dan tawa ganjil yang sama
masih seperti yang kusampaikan tentang lembut kata dan sikap yang terlalu purna

selamat sore, rinai
hari ini genap delapan hari aku tak bertemu hujan
kami tak bersua, tapi kata kawanku ia datang saat aku sedang lelap
aku jadi curiga bahwa ia sengaja menghindariku

selamat sore rinai,
sore ini masih sama
menanti jarum panjang membelai angka dua belas dan membentuk sudut seratus lima puluh derajat

kubikel pojok, 15.54

dari sudut

dua dari delapan puluh,
tapi rasanya sudah terlalu lelah bahkan sekedar untuk menyunggingkan senyum
dua dari delapan puluh,
tapi kaki rasanya sudah merasa panas walau baru menapak beberapa langkah
dua dari delapan puluh,
tapi rasa haus sudah merajai isi perjalanan ini

dua dari delapan puluh,
atau mungkin karena belum bertemu teman satu perjalanan?
dua dari delapan puluh,
dimana kamu?


kubikel pojok, 14.03

Senin, 30 September 2013

kubuka lagi guratan pesanmu yang kini mulai lusuh karena terlalu sering kubaca.
entah, apakah rasa ini kelak akan bisa turut lusuh bersama sebelas lembar kertas itu

Minggu, 29 September 2013

di sini, di sana. yang pasti harus melangkah

Tetap di jalur atau bergerak ke rel sebelah adalah pilihan.
Kemarin kau bertekad bulat untuk tetap di jalur ini, hari ini hatimu tetiba tertarik untuk memastikan diri berpindah ke rel sebelah. Entah adanya dengan esok.
Di sini atau di sana, itu hanya pilihan. Di antara dua pilihan itu tak ada yang benar atau salah
Keduanya sama saja. Bedanya hanyalah jika kau mengambil pilihan setengah hati dan masih lamat2 memandang kepada yang lain.
Jadi, tentukan sikapmu. Bersikap kstaria dan jangan jadi pengecut.
Tetapkan apa yang kau inginkan dan jalani semua resiko yang ada dengan percaya diri.
Apapun yang ada di depan, hadapi dengan pasti.
Ketakutan dan kecemasan tak beralasan hanya akan membawa keraguan untuk melangkah.

#edisi hendak pindah kosan

Jumat, 27 September 2013

Lantang atau diam, (dia) itu cinta {2}

Hening. Hampir semua orang di ruangan itu sibuk dengan pekerjaannya masing-masing, menatap layar laptop tak henti sejak pagi tadi. Hanya seorang gadis di pojok ruangan dengan meja kerja mungil yang tampak sedikit kikuk, ragu-ragu harus berbuat apa.
Hari ini pertama kali ia bertugas di tempat itu. dipindahkan dari posisi lamanya. naik derajat memang, tapi tetap rasanya belum terbiasa.

Diam-diam, seorang lelaki mengintip dari sudut jendela yang terbuka. Berhati-hati benar agar tak ada yang tahu bahwa ini kali kelima ia sengaja bolak balik di depan ruang tersebut. Ia merasa bodoh sendiri dengan kelakuan kekanakannya. Padahal ia tahu betul, jika ia ingin, berbicara pada sang gadis menjadi jauh lebih mudah karena posisinya yang mengharuskan mereka berinteraksi banyak. Tapi begitulah, ia memilih jalan yang berbeda.

Dari dulu, kata adalah barang langka bagi mereka berdua. Apalagi kalimat dengan embel-embel yang terkadang ingin membuat orang menggaruk tembok. Setahun saling mengenal, dan belum pernah sekali pun perbincangan mereka berada di luar koridor pekerjaan. Bahkan hingga detik itu, belum pernah ia dengar si gadis memanggil namanya, pun dengan dirinya.
Apa yang orang tahu tentang puisi dan romantis? Mereka punya jalan yang jauh berbeda.

Sejam kemudian, si gadis kembali ke meja kerjanya setelah menerima tugas dan bimbingan langsung dari atasannya. Sedikit terkejut menemukan ada benda baru yang menghuni meja mungilnya. Lalu ia tersenyum. Cukuplah benda itu menjadi hal pertama yang membuatnya tiba-tiba merasakan kenyamanan yang sejak tadi ia cari.
Ah, benda itu bukan apa-apa. Bukan seikat bunga yang harum, bukan kotak mungil yang dililiti pita cantik, bukan pula seonggok amplop berwarna manis nan wangi. Hanya sebuah permen penyegar nafas berwarna merah yang menyediakan ruang kosong untuk kau tulisi pesan di belakangnya.

Si gadis tersenyum kembali dan bersiap memulai tugas sambil mengeja pelan-pelan dua kata yang tertulis di sana.
"Happy Birthday"


"Sungguh, doa dalam diam, perhatian dari jauh adalah berkah luar biasa yang harus kusyukuri.
Mungkin fisik kita terpisah jarak ratusan kilometer, tapi semoga hati tetap terpaut dengan jarak setipis helaian benang"

terima kasih... :D

bismillah

Jum'at itu adalah hari yang baik dari semua hari
Insya Allah kalau dimulai dari hari yang baik, ke depannya juga semoga lebih baik.
Semangat (*0*)9

#isi sms dari seorang sahabat

hari pertama menginjakkan kaki ke kantor pusat,
bismillah.....

Rabu, 25 September 2013

di saat orang-orang seusia saya memusingkan masalah pacar, pasangan hidup, kuliah, atau pekerjaan
di sinilah saya, terdiam bingung. galau, sedih, nyesek
memandang laptop yang baru diinstal ulang, dan semua data download beberapa minggu terakhir belum dipindah.
berasa pengen nangis (tapi sumpah ini gak penting banget)