Sabtu, 16 April 2011

Dua Bata Jelek

Malam ini, saya baru selesai membaca sebuah buku. Buku yang sangat menarik, saya pinjam dari teman. Awalnya saya pinjam sekedar untuk menghabiskan waktu di penghujung minggu, maka buku itu pun bertapa dua hari di dalam tas, sampai akhirnya saya kehabisan stok film dan bingung mau ngapain. Maka sosok buku itu singgah di benak saya. Saya coba membaca dan sedikit terkejut karena saya telah menghabiskan dua hari untuk menyia-nyiakan buku hebat seperti itu. Akhirnya, buku setebal 307 halaman itu saya lahap dalam waktu 2 jam ! ini bukan soal waktu, cepat atau tidak. Tapi soal kenikmatan yang didapat. Buku apa sihh????

Buku ini berjudul SI CACING DAN KOTORAN KESAYANGANNYA. Di tulis oleh seorang biksu petapa yang lahir di London, meraih gelar Sarjana Fisika Teori di salah satu kampus terbaik di dunia ini, Cambridge University. Namun di awal pencapaian karirnya, ia putuskan untuk meninggalkan semua itu, dan menjadi petapa dalam tradisi hutan Thailand. Nama aslinya Peter, namun orang yang menjadi petapa budha memiliki nama tahbis, dan nama beliau sekarang adalah AJAHN BRAHM (dalam bhs Thailand ajahn berarti guru).

Buku ini berisi 108 kisah yang dialami sendiri oleh sang penulis. Sederhana, tapi sarat makna. Hikmah, tapi tak menggurui.  Lucu, tapi banyak esensi. Buku ini berisi banyak PENCERAHAN yang kita perlukan dalam hidup. Menyajikan intisari kemanusiaan dalam balutan kisah bijak dan lelucon menawan. Berhubung yang nulis seorang biksu, tentu saja buku ini juga berisi ritualitas kehidupan mereka sebagai biksu, ajaran dasar budha, serta budaya dan hal-hal yang berhubungan dengannya. Tapi bagi saya yang seorang muslim, tak ada masalah dengan hal itu. Karena buku ini tidak secara langsung men-judge tentang agama. Selain itu, ilmu didapat dari mana saja kan?

Seperti yang saya bilang, buku ini sarat dengan kisah-kisah yang menarik, tapi mustahil jika saya ungkapakan semua (klo saya tulis semua, sama saja saya ngetik ulang isi buku -,- ). Tapi ada beberapa kisah yang cukup ngena di hati saya. Sebut saja kisah yang diberi judul Dua bata jelek. Singkat cerita, pada tahun 1983, Ajahn Brahm dkk membangun sebuah biara di Australia. Namun karena saking miskinnya (biksu ngga boleh punya duit) akhirnya mereka bertukang dan menyemen sendiri. Setelah cukup lama belajar sendiri tentang dunia pertukangan, akhirnya mulailah mereka mengerjakan biara itu. Setelah perjuangan yang panjang (pasang bata, ketok sini, mencong sana, rapiin sana, naik yang sini). Akhirnya jadilah dinding itu dalam waktu yang cukup lama (biksu harus memiliki kesabaran dan memastikan setiap hal sempurna). Ajahn Bram menatap kembali mahakaryanya dengan perasaan puas. Namun sayangnya, keningnya langsung mengernyit ketika melihat ada dua bata yang posisinya miring, merusak tatanan kesempurnaan dinding itu. Ajahn Bram kecewa, namun semen telah menjadi dinding, tak bisa dirusak lagi. Akhirnya ketika peresmian berlangsung, dan beliau mengajak tamu-tamu berkeliling melihat biara baru itu, Ajahn Brahm selau menghindari dinding dengan dua bata jelek itu, dan berusaha agar tak seorang pun yang melihat dinding itu. Tapi kemudian ada pengunjung yang melihat dan tersenyum. Lalu berkata, “ Itu tembok yang indah,” Ajahn Brahm tentu saja sangat terkejut.
“Pak, maaf, tapi apakah kacamata anda tertinggal di mobil? Tidakkah anda melihat dua bata jelek itu merusak keseluruhan tembok?” tapi pengunjung itu justru tersenyum. Dan apa yang ia katakan kemudian mengubah keseluruhan pandangan Ajahn Brahm terhadap tembok itu. Pengunjung itu berkata, “ Ya, saya bisa melihat dua bata jelek itu, namun dua bata jelek itu juga membuat saya bisa melihat 998 batu bata yang bagus dan tersusun sempurna.”

Sederhana ? Memang ! tapi lihatlah, bahwa seringkali kita terfokus pada hal kecil yang selalu mengganggu kita, dan lupa ada banyak hal besar yang sebenarnya masih bisa kita nikmati. Kita semua memiliki dua bata jelek, namun bata baik dalam diri kita masing-masing , jauh lebih banyak daripada bata yang jelek. Begitu kita melihatnya, semua akan tampak tak terlalu buruk lagi. Ayo, ubah arah pandang kita ^^….. !!!!

Cerita yang lain, kisah tentang seorang professor di sebuah sekolah bisnis internasional. Si prof datang ke kelas dan membawa sebuah toples, lalu tanpa bicara mengangkat sekantung batu dan memasukkannya satu per satu ke dalam toples. Ketika toles penuh dan tak bisa ditambahi dengan batu lagi, si prof bertanya pada mahasiswanya, “ apakah toples ini sudah penuh?”
“ya” jawab mereka.
Sang prof tersenyum dan mengeluarkkan sekantung kerikil dan menuangkan sambil menggoyang-goyangkan kerikil itu hingga memenuhi celah yang ada. “ apakah toples ini sudah penuh?” tanyanya lagi.
“belum” jawab mereka sambil mulai menebak-nebak.
Sang prof kemudian mengeluarkan sekantung pasir. Kejadiannya sama seperti sebelumnya, hingga kemudian akhirnya ia menuangkan air ke toples itu. Setelah kira-kira toples itu tak dapat dimuati apa-apa lagi, ia bertanya, “Pelajaran apa yang kalian petik?”
“sepadat apapun jadwal anda, pasti selalu bisa menmbahkan satu acara lagi ke dalamnya” ujar seorang mahasiswa (ingaat ! ini sekolah bisnis !).
“Bukan !” jawab sang prof. “Apa yang ditunjukkan adalah jika kalian ingin memasukkan batu-batu besar, kalian harus memasukkannya pertama kali” . PRIORITAS !!! jadi, apa prioritas anda???

Banyak petikan kata-kata yang saya garis bawahi dari buku ini, antara lain:

Bagian terberat dari segala sesuatu dalam hidup adalah.. MEMIKIRKANNYA

Jadilah orang yang bebas dari keinginan, bukan bebas untuk berkeinginan !!!
  
Dengar, dan bijaksanalah ! seberapa sering apa yang dimaksudkan dan apa yang kita dengar tidaklah sama ?

Sebuah masalah adalah jika ia memiliki solusi. Maka, Berapa banyak waktu dalam hidup yang kita sia-siakan karena mengkhawatirkan sesuatu yang, pada saat itu, tak memiliki SOLUSI, dan karena itu, bukanlah sebuah MASALAH ?

Ini hanya sebagian kecil, jika ingiin tahu lebih banyak, silahkan baca bukunya, dan bersiaplah untuk “Tercerahkan” ^^

Rabu, 13 April 2011

Bendera setengah tiang

puisi jaman SMA yang tiba-tiba keinget lagi gara-gara nonton berita di TV tentang kepala sekolah yang jadi pemulung 


Bendera Setengah Tiang

Rinai hujan membasah rumput
Menyisakan bening tetesan embun
Yang tak pernah mengharap hadirnya mentari
Awan kelabu berkelayut manja
Tak terdengar kicau burung pagi ini
Pun dengan Sang Surya,
Agaknya bersinar dengan galau hati

Pagi ini,
Bendera berkibar setengah tiang
Indonesia raya bergaung sendu

Seonggok jasad terbujur
Diselingi isak tangis bocah – bocah ingusan
Mulut mungil mereka berucap, “ Pak Guru Mati ! ”
Mati ? Ah, mereka terlalu kecil untuk mengerti arti sebuah kematian
Yang mereka tahu, kini pak guru tlah pergi,
Dan tak ‘kan berdiri di depan kelas lagi

Semua menangis, alam jua berduka
Namun tak ada yang sempat mencatat
Bibir pak guru terkembang. Ah, dia tersenyum !
Pergilah Pak, pergilah dengan bahagia !

Bahagia? Atas apa ia bahagia?
Atas gubuk reotnya yang nyaris bubruk?
Atau upahnya yang terkadang untuk makan saja pas - pasan?
Atau bahkan, tempatnya membagi ilmu yang nyaris sama dengan kandang ayam?

Bukan, bukan karena itu ia tersenyum
Pak Guru pergi dengan bahagia
Tak ‘kan lagi ia dengar, obral janji beribu pejabat tentang nasib dirinya dan rekannya yang lain
Tak ‘kan lagi ada berita, komisi pembelian inventaris sekolah dipotong birokrasi, lebih separuh masuk kantung jas safari
Tak ‘kan lagi umat menangis, karena pasar dan sekolah dibakar,
Kelak, berdirilah pusat belanja modal raksasa
Tidurlah Pak, tidurlah dengan damai

Pagi ini,
Bendera berkibar setengah tiang,
Bukan karena setengah hati
Tapi karena ia tahu, pak guru tlah berjuang setengah mati

yukkkk berprosesss !!

Jam sudah menunjukkan pukul 00.09. artinya, hari telah berganti sejak 9 menit yang lalu. Tapi saya yang keasyikan ngerjain tugas HKN sama sekali ga nyadar dengan hal itu hehehe. Ngerjain tugas meresume 3 UU keuangan dengan total 6 halaman folio tulis tangan tambah menjawab 1 soal yang butuh pemikiran otak, cukup ampuh juga ternyata untuk membunuh waktu yang ada hehe. Alhasil, hari ini agenda nonton dorama jadi berkurang (agenda paling biasa klo ga ada kerjaan ^^).
Terkadang, waktu yang luang justru membuat kita lemah, menjadi lalai daan bahkan akhirnya mengganggurkan serta memendam kreatifitas kita yang sebenarnya bisa lebih baik. Saya yang kebetulan dari dulu dapet dosen yang “baik” dan jarang ngasih tugas sebenarnya cukup iri dengan mereka yang mengeluh karena banyak tugas, iri dengan mereka yang begadang sampe ga tidur gara-gara ngerjain tugas. Tapi sampai sekarang belum ngerasain juga yang seperti itu hehe. Paling banter Cuma nyampe jam 12 malam tugas udah kelar. Belum pernah ampe benar-benar ga tidur atau sampai jam 3-an gitu ^^.
Beruntungnya, semester ini ada peningkatan karena dapat dosen yang ngasih tugas lumayan banyak haha… yes… ayo nikmati….
Seseorang yang dulu dan sampai sekarang menjadi motivatorku selalu bilang, “bermimpi itu indah, bukan pada mimpi atau tercapainya yang kita inginkan, tapi ketika dalam proses mencapai impian itu kita melalui banyak hal dan menyadari hal baru yang sebelumnya tak pernah terlintas di pikiran kita. Mungkin di akhir, mimpi itu tak terpenuhi, tapi di perjalanan, kita akan merasakan kenikmatan. Kenikmatan ketika berproses menjadi lebih dewasa, kenikmatan ketika berusaha menjadi lebih kuat, kenikmatan ketika jatuh dan kita berusaha untuk bangkit. Indah bukan??” seperti yang orang bilang, jatuh itu pasti, tapi untuk bangkit adalah pilihan.
So…. Yukkk nikmati prosesssss. ^^

*kegejean tengah malam……. hehhe

Senin, 11 April 2011

otanjoubi omedetou.... !!!

Buat adikku sayang yang lagi memperingati ke 15 tahunnya hidup di dunia ini ^^
happy milad dindaku.... semoga semakin menjadi sholehah dan istiqamah :)



Adikku….
Jadilah dalam pandangan Allah, sebaik-baik manusia
Jadilah dalam pandangan diri, seburuk-buruk manusia
Jadilah dalam pandangan orang lain, sebagai manusia yang biasa- biasa saja
Seperti apapun hari ini,
Semoga Allah mengusap lembut hatimu
Menjadikanmu menjadi bagian dari orang-orang yang berjiwa tenang
Yang kelak akan datang pada Allah dengan wajah yang bercahaya
Semoga hari-harimu diwarnai kasih sayang-Nya
Dan setiap peluh dinilai sebagai pemberat amal kebaikan

Muslimah itu anugrah terindah di dunia,     
Ia lembut,namun tidak lemah
Mempesona, namun tetap bersahaja
Ia tahu bagaimana menjaga Izzah dirinya
Ia mengerti bagaimana menjaga akhlak dan kemuliaannya
Itulah yang membuatnya istimewa,
ilmunya telah mengangkatnya menjadi permata terindah dunia
semoga itu adalah aku , kamu, dan seluruh muslimah yang kita kenal…………
Moga Allah memberikan sebuah pelangi dalam tiap badai,
Sebuah senyum dalam tiap tetes air mata,
Sebuah perlindungan dalam setiap cobaan,
Dan sebuah jawab untuk tiap doamu, adikku sayang…..
Happy milad….. ^^

Sabtu, 09 April 2011

AKU JATUH CINTA !!!!

Pernahkah kau rasakan?
tiba-tiba terasa ada yang beda dengan hatimu, tiba-tiba ada guncangan guncangan aneh yang bahkan kau sendiri tak dimengerti. cinta???
pernahkah kau rasakan? kau jatuh cinta pada seseorang, sesuatu, atau apapun itu tanpa pernah mengerti apa yang sebenarnya membuat hatimu menjadi begitu tak patuh pada tuannya? berdebar terus tanpa bisa kau kendali?

beberapa hari yang lalu, secara tak sengaja saya mampir di salah satu blog. awalnya searching tentang kata "indigo" yang tertuang dalam salah satu tulisannya. tapi entah kenapa rasanya ingin melihat semua isi tulisan-tulisan si empunya blog. dan tahukah? aku tiba-tiba merasa aneh, ada rasa excited yang tak bisa kugambarkan, ada perasaan senang yang meluap tanpa kumengerti akan apa aku bahagia. Aneh, memang. tapi sepertinya kini aku paham apa yang membuat hatiku begitu beriak.
aku JATUH CINTA. aku jatuh cinta pada tulisannya. aku jatuh cinta pada cara ia merangkai huruf demi huruf hingga menghasilkan suatu jalinan kata yang padu. INDAH.
aku JATUH CINTA. jatuh cinta pada caranya menyampaikan hal yang sederhana dengan begitu lembut. CANTIK.
aku JATUH CINTA. jatuh cinta pada pilihan topiknya yang mungkin hal yang sudah biasa. tapi, sekali lagi, terasa sangat berbekas di hatiku.WONDERFUL.

aku JATUH CINTA. bahkan tanpa mengetahui ia seorang lelaki ataukah seorang wanita.
aku JATUH CINTA. tanpa mengerti apa yang membuatku begitu tertarik.
aku JATUH CINTA. padanya, yang memiliki keindahan gerak jemari yang mampu menggerakkan hatiku.

ya, kuakui kini. aku JATUH CINTA.
jatuh cinta pada semua tulisannya...... 

Rabu, 16 Maret 2011

Husnudzon... Husnudzon

dua tahun lalu, ketika zaman-zamannya pendaftaran ke berbagai PTN, saya coba daftar ke STIS. pendaftaran di medan dilakukan di kantor BPS medan yang terletak di jalan Asrama. siang itu, sehabis menyerahkan dokumen pendaftaran yang diperlukan, ditemani teriknya mentari jam 1 siang, saya berdiri di pinggir jalan menanti angkot ataupun becak. kondisi jalan asrama yang lumayan sepi dibandingkan jalan lain memang membuat angkot sangat jarang yang lewat, juga becak yang nongolnya cuma sesekali. ketika masih celingak celinguk kesana kemari, tiba-tiba sebuah sepeda motor berhenti tepat di depan saya. yang mengendarai adalah seorang wanita umur 20-an.
"mau ke mana dek?"
"eh, lagi nunggu angkot kak, mau ke padang bulan"
"angkotnya jarang lewat dek, mau kakak anterin aja?"
"eh, ga usah kak, ga papa"
"ga papa kok dek, sekalian, kakak mau ke pancing, ntar kakak antar sampai simpang carefour aja ya.. lagian kasihan kamu, panas banget"
akhirnya saya pun dibonceng si kakak tadi. dalam hati saya berpikir, "wah.. masih banyak orang baik di dunia ini"
sepanjang jalan kakak tadi ngajak ngobrol, tentang kerjanya, tentang panasnya kota medan,sampai tentang pacarnya yang katanya selingkuh. dan ternyata saya tidak diantar sampai simpang carefour saja, tapi malah samapai persis di depan kosan saya hehe. kejadian ini pun saya ceritakan kepada teman saya yang juga mau daftar ke STIS. "wah, beruntung kamu, sil" ujarnya.
esoknya, giliran teman saya yang kebagian jadwal menyerahkan dokumennya ke kantor BPS. pas pulangnya, dia juga mengalami hal yang sama dengan saya, tapi yang bawa sepeda motornya adalah seorang ibu2 paruh baya. namun ternyata, teman saya tadi tidak di antar ke simpang carefour, tidak juga sampai ke kosannya, tapi ia malah di bawa ke daerah sepi nun jauh di belawan sana. di sana, ia disuruh turun dan ditodong dengan pisau. akhirnya si ibu tadi berhasil pergi dengan membawa 2 buah handphone, dompet serta kartu ATM milik teman saya. kejadian itu membuat saya berpikir lagi tentang kebaikan orang lain yang terkadang malah membawa keburukan.
2 minggu kemudian, saya diterima di USU. saya langsung ke bank BNI USU untuk menyerahkan uang masuk dan biaya semester pertama. tapi berhubung ternyata penerimaan uang masuk baru dibuka 2 hari kemudian, saya pun pulang ke kosan dengan naik angkot. penumpang di angkot waktu itu cuma bertiga, saya, seorang ibu muda yang duduk di dekat saya, dan seorang anak SMA yang tidur di pojokan. saya masih ingat si ibu itu pake baju warna hijau, celana panjang hitam dan pake3 buah gelang (kayaknya) emas. si ibu tadi kemudian ngajak saya ngobrol, nanya tentang sekolah dan kuliah saya, juga sampai cerita tentang anaknya. hingga kemudian setelah anak SMA tadi turun, si ibu mendekat pada saya dan menanyakan jam. saya langsung melihat jam tangan saya dan memberitahu kalau saat itu jam tengah lima, tapi si ibu malah berkata,
"bukan dek, bukan jam tangan, jam di HP nya jam berapa ya?"
eh?? di situ saya mulai sedikit curiga, kenapa mesti jam hp? "jangan2 si ibu ini mau mastiin saya punya hp atau ga " pikir saya. begitu saya mau turun di simpang USU, si ibu tadi (dengan sembunyi2) melemparkan sesuatu ke dekat kaki saya dan ikut turun juga setelah memungut apa yang tadi ia lemparkan. si ibu tadi menahan tangan saya dan mengatakan,
"eh, dek, ini punya siapa?" katanya setelah membuka bungkusan yang ternyata berisi 2 buah cincin (seperti) emas itu. saya yang agak parno dengan hal2 yang beginian pun langsung berusaha pergi.
"maaf bu, saya ga tau, saya buru2, permisi." dan saya pun berjalan cepat tanpa menoleh ke belakang lagi. tak terbayangkan kalau seandainya uang 8 juta di tas saya raib.
malamnya, teman seorang kakak kelas yang juga kelurga dengan teman sekos saya datang dan menginap di kos. si kakak kelihatan gelisah dan sebentar2 mengecek pintu, katanya temannya mau datang. tapi setelah hampir jam 11 malam yang ditunggu tak juga tiba. hingga kemudian si kakak cerita kalau dia menunggu teman yang tadi ia jumpai di angkot. katanya temannya itu seorang ibu2 yang pake baju warna hijau, celana panjang hitam dan pake3 buah gelang (kayaknya) emas. kemudian kakak tsb seolah2 baru tersadar dan menceritakan kalau mungkin dia kena tipu. modusnya sama persis seperti yang saya alami siang tadi. setelah si ibu membuka bungkusan yang berisi cincin itu, si ibu bilang kalau cincin itu dijual pasti mahal dan keuntungannya akan mereka bagi 2. mungkin pada saat tsb lah kakak tadi dihipnotis sehingga untuk selanjutnya ia menurut saja pada perintah ibu tadi. dengan dalih butuh uang muka untuk menjual cincin tadi, si ibu menanyakan apakah kakak saya tadi punya uang, nanti diganti katanya. si kakak bilang kalau duit cash cuma punya 200 ribu, tapi di ATM ada 800 ribu, dan itu milik temannya yang nitip kirim ke ATM si  kakak. si ibu pun nyuruh kakak mengambil semua duit di ATMnya dan meminta alamat si kakak, karena ia akan mengantarkan uang hasil penjualan cincin tadi malam ini. karena memang ingin menginap di kos kami, maka si kakak memberi alamat kos kami ke si ibu tadi. tapi ternyata hingga esoknya, si ibu tak kunjung muncul. lagi-lagi. raiblah sudah uang 1 juta itu.
kira2 3 minggu kemudian, saya dinyatakan lulus di STAN dan memutuskan untuk meninggalkan USU. dalam rangka "perpisahan", saya dan 3 orang teman pergi makan ke sebuah resto. karena lumayan padat, kami kebagian meja besar yang biasanya dipake buat meja kelurga (8 kursi). kami duduk berhadap2an dua orang-dua orang. agar mejanya tidak terlihat penuh, semua tas kami tumpuk jadi satu di dekat teman yang ada di depan saya. saya yang ga punya kantong, (sehingga hp saya taruh di tas selalu) karena takut ada sms masuk, saya putuskan untuk memangku sendiri tas saya.
lagi asyik makan, tiba-tiba seorang kakak2 datang dan mint izin duduk semeja dengan kami karena tempat lain sudah penuh. kami tidak keberatan. si kakak tadi kemudian memesan makan dan minum. lalu mengajak ngobrol kami. ia bertanya tentang asal, juga kuliah kami. ia tipe orang yang ceria, dan cepat akrab d3ngan orang lain. tak berapa lama, si kakak tadi pamit duluan karena temannya katanya nunggu di tempat lain. ketika kami minta bon, kami terkejut dan protes ke pelayannya karena kami cuma mesan 4 piring, tapi kok di bon tertera 7 piring? trus abang2 pelayannya bilang, temannya yang tadi kan makan 1 piring, juga bungkus 2 piring.
ehhhh???? teman yang mana?
"temen yang tadi duduk di sini kak, katanya kalian yang bayarin!" eh??? apa-apaan ini?
akhirnya kita putuskan untuk tidak meneruskan perdebatan. tapi tiba2 teman saya berteriak.
"kenapa?"
"tas! tas ! tas! tas kita disilet !" eh??
ternyata ketiga tas teman saya itu disilet, maka lenyaplah 2 buah dompet dan tiga buah hp sekaligus. walhasil, akhirnya saya dan seorang teman yang dompetnya tidak diambil patungn untuk membayar. kejadian ini semakin membuat saya waspada dan berhati-hati dengan orang asing yang sok ramah, hingga kemudian mungkin jatuhnya malah sampai paranoid.

hingga siang ini. saya dan seorang teman (eh kakak kelas) makan di sebuah tempat makan di pasar. kami duduk satu meja dengan seorang kakak2 yang cukup ramah. dia mengawali obrolan dengan menanyakan dimana kami kuliah. kami jawab,"STAN"
"oh... universitas di sidimpuan g ada biro rektor gitu ya dek?"
"kurang tau kak"
"trus kalian klo ngurus KRS gimana?"
"kita ga pake KRS kak, udah langsung dipakein gitu"
"lho, bukannya pake KRS juga ya?"
"STAN ga kak"
"oh.. STAN.. kirain tadi STAIN" (selalu begitu...)
obrolan pun berlanjut, hingga kemudian kami tahu kalau si kakak itu aslinya orang medan, juga sampai membicarakan bedanya soto sidimpuan, soto medan, dan soto di jakarta. tapi entah kenapa, pengalaman yang sudah2 membuat sebersit curiga hinggap di hati saya. otak sempit saya berpikir untuk apa kakak ini ngobrol tentang KRS2 dari tadi. pikiran saya yang picik menyuruh saya waspada. hinga kemudian si kakak selesai makan lebih dulu dan pamit pada kami.
"kakak duluan ya dek. oh ya, kakak yang bayarin.. ^^"
EH?? kami pun terkejut
"tapi kak..."
"ga papa, mudah2an lain kali kita bisa jumpa lagi ya..." dan kakak tersebut pun pergi.
saya itu saya tersentak. rasanya malu.. malu sekali... siapa saya sehingga bisa-bisanya berpikiran buruk tentang orang lain? saya tak punya hak untuk men-judge orang lain, saya terlalu sombong untuk menilai seseorang baik atau buruk. sungguh, rasanya malu sekali.. apalagi saat saya lihat si kakak tadi mengobrol akrab dengan pengamen yang baru datang, juga menyalam hangat si ibu pemilik tempat makan bahkan sampai cupika cipiki dan memeluknya. MALU...
saya mencoba beristigfar sebanyak-banyaknya, walau hanya sekedar lintasan di hati, tapi bagaimanapun saya telah mendzalimi kakak itu dengan berburuk sangka padanya. akhirnya setelah mewawancarai pemilik tempat makan itu, saya peroleh informasi bahwa kakak itu bernama kak putri, sering makan siang di situ dan punya usaha jualan pulsa di siborang. semoga kapan-kapan bisa jumpa lagi...
well, terkadang sebuah kejadian yang membuat kita kecewa berdampak pada semua hal yang berkaitan dengan kejadian itu. seringkali kekecewaan kita pada seseorang membuat kita ikut-ikutan kesal pada orang yang berhubungan dengannya, orang yang "sealiran" dengannya, bahkan organisasi yang ia ikuti. padahal apa yang ia lakukan murni kesalahan pribadi, namun salah tsb seolah menjadi kesalahan jamak yang akhirnya menyangkut diri orang lain yang tak tahu menahu.
pun halnya dengan STAN, tempat saya menuntut ilmu sekarang. heboh heboh media soal gayus mau tak mau membuat saya sering dikait-kaitkan dengan beliau baik dari yang hanya sekedar bercanda, sampai pada tahap mengelus dada dan rasanya pengen tutup kuping ga ngedengerin. dri beberapa sekolah yang kami kunjungi untuk sosialisasi pun seringkali tercetus komentar2 seperti itu tentang STAN. bahkan seorang siswa yang kelasnya kami masuki pernah berkomentar, "Alah, sekarang aja kakak bilang ga korupsi, ga kayak gayus. nanti, walau segede apapun jilbab orang kakak, melihat duit di depan mata pasti ngiler, jangan jangan malah melebihi gayus lagi!" dan komentar itu pun disambut gelak tawa teman-teannya yang lain. saat itu saya hanya bisa tersenyum, mengelus dada, dan berdoa dalam hati,"semoga selalu dijaga, diingatkan, dan dituntun untuk terhindar dari hal2 seperti itu"
kembali ke topik awal, saya sungguh merasa malu dan bersalah terhadap kak putri. semoga diberi kesempatan untuk bertemu, kesempatan membalas kebaikan beliau. dan semoga beliau selalu dalam lindungan Allah, lancar rezeki, dan terus menyebar kebaikan. karena sesungguhnya kebaikan ibarat benih yang bertunas, berbunga, berbuah. ia akan menciptakan kebaikan-kebaikan yang lain. sehingga kebaikan akan menjadi sebuah hal indah yang teus dibagi dan dilanjutkan dari satu orang ke orang yang lain. insya Allah

Selasa, 08 Maret 2011

Libur tlah tiba... ^^

tak terasa liburan udah berlalu hampir 10 hari. setelah berjuang habis-habisan di ujian semester kemarin, ini waktunya berdoa semoga dapat nilai bagus (minimal aman deh) dan bisa tetap melanjutkan kuliah di kampus tercinta. liburan kali ini beda dari yang lain, karena anak2 kotaku pada sibuk nyiapin TO, jadilah liburanku diisi dengan kegiatan yang berhubungan dengan penyiapan TO.
awal liburan kali ini dimulai dengan sport jantung haha. ceritanya, jam keberangkatan pesawat yang tertera di tiketku adalah jam 10.30, dengan waktu check in kira2 jam 09.30, dengan perkiraan hari sabtu orang ga kerja (jadinya bakalan ga macet), maka kami putuskan berangkat ke bandara jam 08.00 dengan estimasi waktu 1 jam. jam 8 teng aku berangkat ke titik kumpul yang dijanjikan, tapi ternyata teman yang berangkat bareng sedikit telat, jadilah kami berangkat jam 08.30. setelah tawar menawar dengan supir taxi, akhirnya kami sepakati ongkosnya110 ribu dengan syarat lewat tol. tapi cerita punya cerita, gerbang tol tak juga nongol, malah semakin jauh semakin ke daerah2 sempit dengan jalan raya yang kecil. sibuk cerita sana sini dengan teman, tak terasa jam menunjukkan pukul 09.30, dan lama kelamaan kok taxinya jalannya kaya siput ya?? jalan satu meter, berhentinya 5 menit. saat itu, rasa cemas mulai muncul.. tapi masih asyik ngobrol. saat jam tangan udah nunjukin angka 09.50, baru cemas beneran.
"pak, kok macet sih? mana jalannya sempit banget?"
"iya neng, kayaknya Airin lagi kampanye tuh neng, itulah orang gede, mereka enak hahahihi tapi ga tau klo rakyat kecil kaya saya merasa terganggu"
"ga cari jalan lain ya pak?"
"tanggung neng, dikit lagi nyampe bandara. ga jauh lagi kok."
10 menit kemudian...
"aduh, pak.. penerbangan jam tengah sebelas lho pak ! perasaan dari tadi geraknya cuma jarak tiga rumah deh."
"iya ya neng, wah, klo gini mesti cari jalan lain ni neng"
"iya pak, muter aja pak"
akhirnya pak supir pun banting setir, cari jalan lain menuju bandara. setelah melewati berbagai jalan tikus dan tanya sana sini, sampailah di jalan raya gede yang rame banget. 
"pak, tau jalan ke bandara kan?"
"tenang aja neng, tu ada pak polisi, kita tanya aje ye??"
"???????"
dalam hati,"ya Allah, maaf atas semua salahku, belum sanggup kalau harus kau uji dengan cara seperti ni (sambil ngitung2 duit di dompet, persiapan seandainya tiket 384 ribu itu melyang)"
akhirnya setelah bertanya pada pak polantas, pak supir tancap gas menuju tol, ngebut awut-awutan yang berhasil bikin temen saya pusing dan mual.
jam 10.15
"pak tinggal 15 menit lagi"
"iya neng, paling ntar keluar tol udah langsung nyampe bandara"
jam 10.20
"nah... itu gerbang bandaranya..."
jam 10.23. ketika asyik2nya ngebut, tiba-tiba... taxinya hampir berhenti mendadak, maju, berhenti, maju lagi, berhenti lagi.
"pak, taxinya kenapa?"
"waduh, mungkin karena udah lama ga saya bawa ngebut neng.."
"aduh pak, kok di saat kritis gigi sih?"
"iya neng, nyampe kok, nyampe... tenang aja..."
setelah berjuang dengan taxi yang terbatuk2 itu, kamipun sampai di terminal 1C bandara soekarno hatta. si bapak supir yang merasa sudah bekerja keras minta tambahan ongkos 10 ribu lagi, ya sudahlah.. ga sempat berdebat lagi. begitu taxi pergi dan kami berbalik... JRENG... yang tertulis disana adalah ARRIVAL/ terminal kedatangan. olalah,, ternyata si bapak malah menurunkan kami di terminal kedatangan, bukan keberangkatan. maka Berlarilah kami kaya orang gila menuju terminal keberangkatan. setelah lari2 ga jelas, nabrak satpam, sampai nyela antrian, akhirnya sampai juga di depan meja check in. saat tiket disodorkan ke si mbak, 
(dengan muka mengernyit),"padang ya dek?"
"iya mbak... (sambil komat kamit berdoa)"
"yang padang udah naik pesawat lho dek.."
"mbak, tolong dong mbak...."
akhirnya setelah si mbak nanya atasannya, kami pun diizinkan check in, alhamdulillah...
tapi berhubung penumpang tujuan padang udah disuruh naik pesawat, maka kami pun berlari tunggang langgang di sepanjang bandara. dengan ransel di punggung dan tas laptop di tangan, serta diiringi tatapan aneh dan sorakan semangat dari penghuni bandara, kami berlari seperti kesetanan. sampai kemudian tiba di pesawat dan dihujani ratusan tatap mata penumpang yang lain hehe...
pengalaman yang geje abis tapi berkesan banget. besok-besok ga lagi-lagi deh berangkat telat............... T.T