Kamis, 06 Agustus 2015

Selamat Datang, Terima Kasih, dan Maaf...

source : as watermark

Kabar rencana datangmu telah berhembus sejak jauh-jauh hari
Diberitakan angin, diiringi riuh gembira daun-daun bersuka cita.
Aku, sebagai orang yang merindu tentunya gembira tak terkira,
Namun tetap harus kusembunyikan tawa lebar itu pada daun dan ilalang yang sedang berdansa.

“Aku akan kembali lagi, segera” katamu waktu itu
Tapi tak kusangka, "segera" dalam defenisimu berarti tiga tahun.

Menghitung waktu menunggu datangmu, sambil sesekali berjalan dan mencuri dengar obrolan dedaun menanti hadirmu.

Lalu, pada akhirnya tiba waktu kau nyata hadir. Mencuri tawa dari setiap sudut bumi, dan mengumpulkannya bersamamamu.
Menyebar bahagia yang merembet dari hati.
Dan aku hanya bisa memandangmu dari jauh.
Jauh dalam artian sebenarnya. Terlalu ramai daun dan ilalang yang bersorak,
Desau angin tak kalah gemuruh, menyisakan riuh yang membuat suaramu timbul tenggelam
Dan aku perlahan mulai mundur, memandang keramain dengan wajah-wajah bahagia tiada terkira, hanya karena hadirmu
Senang? Tentu aku senang, bisa merasakan hadirmu setelah sekian lama
Walau tak terlihat jelas seperti apa wajahmu, lebih tirus kah karena lelah yang bertumpuk
Atau lingkaran matamu lebih gelap karena malam adalah waktumu untuk produktif?

Aku hanya bisa berdiri di belakang, bahkan tak lagi mencoba memandang ke depan, mencari celah diantara rimbun daun dan ilalang yang menari-menari bersama angin.
Aku bahkan susah untuk mendengar isak tangisku sendiri. Sesenggukan menyadari betapa dekat namun sekaligus jauhnya dirimu
Bukan karena iri dengan barisan rapat ilalang di depan sana
Bukan juga karena tarian dedaun yang terus gempita tiada lelah.
Terlalu banyak emosi dan rasa yang membaur.

Sudahlah, mungkin lebih baik aku jauh-jauh saja.
Seperti yang pernah kuucap dulu.
Hadirmu itu bagai bintang, benderang menyinari di kala jauh,
Namun panas membakar dalam  dekat.
Entah, harus berapa kali lagi aku mengukur jarak aman agar tak hangus oleh radiasimu.


Based on pengalaman Sabtu malam di Serpong, 1 Agustus 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar